Menghantarkan rasa

May 29th, 2008

Jadi pengkhayal yang tidak harus menulis itu gampang. Tapi jadi penulis yang harus berkhayal?

Bagaimana mentransfer sebuah rasa kepada pembaca lewat tulisan seringkali bukan perkara ecek-ecek. Apalagi situasi dalam khayalan yang kita tulis itu sama sekali belum pernah kita hadapi. Namanya juga khayalan. Solusinya?

Berusaha untuk melatih kepekaan rasa, riset, dan trial and error.

Ayo tulis! Meskipun hanya satu kalimat sehari.

fiuhhh… 

Sebuah cuplikan

May 23rd, 2008

 

“Ya ampun Dinda, bagaimana bisa membunuh badai cinta ini jika aku selalu menyerahkan diri ketika terkepung oleh garis bibirmu”

Sebuah pelajaran

May 21st, 2008

Terimakasih Tuhan, hamba sudah diberi pelajaran baru. InsyaAllah harga 2,5 juta rupiah ini layak diinvestasikan agar hamba lebih berhati-hati di masa depan. Semoga si penipu juga dibukakan hatinya oleh-Mu supaya segera kembali ke jalan yang benar. Amin

Akhir-akhir ini saya merasa makin disadarkan bahwa perempuan-perempuan yang saya kenal adalah perempuan-perempuan hebat. Jadi tidak ada alasan buat saya untuk jadi lelaki pecundang.

Kamu yang (makin) lucu

May 13th, 2008

Dan kamu mengajakku bertemu suatu hari nanti kalau aku datang ke kotamu. Untuk apa? Tidak ada lagi kata maaf yang perlu kamu ucapkan. Mungkin kehadiranku juga yang pernah menyebabkan kekacauan. Ataukah ada lagi yang ingin kamu pinta?

 

“Nggak kok, dulu kan kamu sering ngajak jalan tapi aku nggak mau. Sekarang giliran aku yang mau ngajak jalan..”

Eh, sekarang kamu makin pintar melucu ya?