Senja

March 19th, 2008

Suatu ketika senja berbisik kepadaku “Jika suatu hari aku berbintang, masihkah dia benci padaku? Jika suatu waktu aku bisa memberinya kehangatan, masihkah dia takut menemuiku?”
Lalu aku bertanya pada senja yang sedikit murung, “Siapakah dia yang kamu maksud?”
Lalu dia menunjuk seorang gadis jelita di balik jendela, “Dia yang sering bercerita denganku tentang dirimu tapi kemudian terbakar cemburu karena ternyata aku lebih tau tentangmu.” “Dia yang mencintaiku sekaligus membenciku.” “Tapi dia yang kutau selalu mencintaimu.”
Aku hanya bisa terhenyak. Kudengar senja mendesah pelan. Memandangmu sayu seperti juga diriku.
“Bagaimana aku tau itu caramu mencintaiku jika tak seperti yang aku mau?”

4 Responses to “Senja”

  1. calonorangtenarsedunia said:

    Kayaknya gw kenal tulisan ini. Wakakakakak

  2. tukangkopi said:

    Hehe..ini remah2 tulisan gw yang gw kumpulin dari mana mana :mrgreen:

  3. calonorangtenarsedunia said:

    ini jg pernah lo tulis di komen tempat gw kan?

  4. Rindu said:

    Benci tapi rindu … jadul abis yak!! kamu koq jadi pinter bikin puisi gini sih?

Leave a Reply