Bisu. Ketika kata-kata tak mampu merepresentasikan apa yang ada di kepala. Gundah. Karena hati menerima beban dari bibir yang hanya bergetar. Tapi tak bersuara. Tak ada kata-kata.

Sudah puluhan tahun aku mengenal kata. Bahkan berlagak seperti pujangga. Yang senang memainkan kata, frase, paragraf, alinea, diksi. Yang ketagihan bikin cerpen, cerbung, novel, puisi. Bebas meronce satu kata dengan kata yang lain, membuat simpul, bahkan laso kata-kata yang bisa menjerat siapa yang membaca.

Tapi bisu. Sekarang ini aku bisu.

Apa bedanya menulis dan berbicara? Toh dua-duanya melahirkan kata dalam bahasa.

Bisa kutulis yang mau kuungkapkan saat ini. Tapi aku tidak mau. Aku mau bicara. Aku mau katakan padamu…

.

.

.

Ah, mungkin nanti saja kutuliskan buatmu….

4 Responses to “(Sebenarnya) Tak ingin kutulis yang ingin kukatakan padamu”

  1. cK said:

    ini buat saya? :D

    *tersipu malu najis*

  2. cK said:

    arrrgghhh!!! strikenya ga jalan! :evil:

    *mengutuk*

  3. tukangkopi said:

    emm…mungkin.. :oops:

    eh, yang dicetak tebal di postingan di atas itu sbnrnya pake kode italic loh. tapi gak tau knp bisa jadi bold gitu.. :?

  4. silent reverie said:

    biarlah denting waktu yang akan membuka bisumu… :)

Leave a Reply