Belajar menulis
February 29th, 2008
berjinjit, berjingkat-jingkat, mengayun, menggeser, berputar. ini ruangku sendiri, sekatku untuk bercumbu dengan kata. berdansa dengan khayal. memohon kepada bahasa supaya melena jemari. pena sudah melenguh ingin dijamah. dan aku menikmati kesendirianku berlari di antara larik-larik ini.
menulis itu menggairahkan…
(Sebenarnya) Tak ingin kutulis yang ingin kukatakan padamu
February 28th, 2008
Bisu. Ketika kata-kata tak mampu merepresentasikan apa yang ada di kepala. Gundah. Karena hati menerima beban dari bibir yang hanya bergetar. Tapi tak bersuara. Tak ada kata-kata.
Sudah puluhan tahun aku mengenal kata. Bahkan berlagak seperti pujangga. Yang senang memainkan kata, frase, paragraf, alinea, diksi. Yang ketagihan bikin cerpen, cerbung, novel, puisi. Bebas meronce satu kata dengan kata yang lain, membuat simpul, bahkan laso kata-kata yang bisa menjerat siapa yang membaca.
Tapi bisu. Sekarang ini aku bisu.
Apa bedanya menulis dan berbicara? Toh dua-duanya melahirkan kata dalam bahasa.
Bisa kutulis yang mau kuungkapkan saat ini. Tapi aku tidak mau. Aku mau bicara. Aku mau katakan padamu…
.
.
.
Ah, mungkin nanti saja kutuliskan buatmu….
Terserah
February 27th, 2008
Sekali kau minta
aku bisa menjadi matahari
bisa menjadi bintang
menjadi langit
atau bumi
Sekali kau minta
aku bisa menjadi debu
tersapu angin
dan menghilang
Menenggelamkan bintang
February 27th, 2008
Suatu waktu nanti aku menjelma menjadi penguasa
puncak-puncak gedung Jakarta.
Akan kuajari mereka semua terbang
anak-anak para janda dan dhuafa
biar menyusulku nanti. Lalu kita menggotong bintang
menenggelamkannya di lautan.
Biar mereka yang buta terbelalak dan mengakui.
Kita adalah sebesar perasaan kita.
Hello world!
February 8th, 2008
Welcome to dagdigdug.com. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
*berkacak pinggang di depan pagar rumah baru*