naskah
November 6th, 2008
kalau satu demi satu tuts di keyboard ini aku tekan tanpa berpikir sama sekali apa yang akan aku tulis, sekedar mencoba melepaskan beban yang selama ini menindas, akankah menjadi satu cerita yang bisa menceritakan, bisa menjelaskan, dan bisa dirasakan oleh penikmat sebagai suatu rasa yang dialami sendiri?
nantikan aku dengan sabar, sampai khayal dan jemariku mesra seperti dulu. pada saatnya, yang takkan lama lagi, silahkan kamu dan kamu untuk duduk menyaksikan layar panggungku terbuka lagi. lalu bertepuktanganlah seriuh-riuhnya pada babak demi babak. aku pasti kembali!
[titik-titik]
September 24th, 2008
Aku ingin menulis karena ingin bukan karena harus. Bisakah dimengerti?
Aku masih ingin berbagi, bercerita, bermanis bahasa.
Tapi bisakah sekarang lewat bicara saja? Aku sedang tak ingin menoreh kata.
Sedari awalnya
August 28th, 2008
mencintaimu adalah juga mencintai bentang jarak dan sejumput waktu pelepas rindu yang datang bersamamu.
Teristimewa
August 27th, 2008
Ketika di tengah keramaian dengan tanpa bicara sepatah kata tiba-tiba kamu menggamit lenganku, aku menjelma seorang raja yang hendak diantar menuju tahta. (memori 24/08/08)
Seringkali hanya diperlukan hal kecil untuk membuat seseorang merasa sangat istimewa, seperti juga sms darimu semalam.
wejangan 1
August 26th, 2008
sebuah kebersamaan memerlukan satu dosis keteraturan untuk memastikan tercapainya kebersamaan yang berkualitas.
-Mario Teguh-